Rabu, 29 Januari 2020

AGAMA DAN MASYARAKAT


            Secara etimologi, kata agama berasal dari bahasa sanserketa, yang berarti dari akar kata gam artinya pergi . Kemudian kata gam tersebut mendapat awalan "a" dan akhiran "a". Maka terbentuklah kata agama yang artinya jalan. Maksudnya, jalan untuk mencapai kebahagiaan. Secara terminology, agama adalah kepercayaan kepada Tuhan yang dinyatakan dengan mengadakan hubungan-hubungan dia melalui upacara, penyembahan, dan membentuk sikap hidup manusia menurut atau berdasarkan ajaran agama itu..
Fungsi Agama :
Menurut lembaga social, agama merupakan bentuk perilaku manusia yang terlembaga. Dalam masyarakat ada tiga aspek penting yaitu : Kebudayaan, system social dan kepribadian.
Teori fungsional dalam melihat kebudayaan adalah wujud suatu kompleks dari ide - ide, gagasan, nilai - nilai, norma - norma dan peraturan. Funsi kepribadian dalam hal ini merupakan suatu dorongan kebutuhan yang kompleks dan kecendrungan bertindak.
Pemahaman mengenai filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal dan hukumnya. Sedangkan tinjauan filsafat dari hasil pemikiran rasional, kritis, sistematis dan radikal tentang aspek-aspek agama dan ajaran Islam. Filsafat dan agama mempunyai hubungan yang terkait dan reflesif dengan manusia, artinya keduanya alat penggerak dan tenaga utama dalam diri manusia. Yang dikatakan alat penggerak dan penggerak utama pada diri manusia adalah akal, pikiran, rasa, dan keyakinan. Dengan alat ini manusia akan mencapai kebahagiaan bagi dirinya. Agama menjadi petunjuk, pegangan serta pedoman hidup bagi manusia dalam menempuh hidupnya dengan harapan penuh keamanan, kedamaian, kesejahteraan, dan timbulah kepercayaan dan keyakinan.
Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut :
1.      Fungsi edukatif.
Agama memberikan bimbingan dan pengajaran dengan perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan lainnya.
2.      Fungsi penyelamatan.
Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Fungsi pengawasan sosial (social control)
3.      Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu :
Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat., agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral (yang dianggap baik) dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern
4.      Fungsi memupuk Persaudaraan.
Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan, Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalism, komunisme, dan sosialisme, Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll, Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama.
5.      Fungsi transformatif.
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.
Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusian antara lain adalah :
1.      Karena agama merupakan sumber moral.
2.      Karena agama merupakan petunjuk kebenaran.
3.      Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah-masalah metafisika
4.      Karena agama merupakan memberi bimbingan rohani bagi manusia dikala suka         maupun dikala duka

Pelembagaan Agama
Pelembagaan agama adalah suatu tempat atau lembaga untuk membimbing, membina dan mengayomi suatu kaum yang menganut agama. Masyarakat tipe ini kecil, terisolasi dan terbelakang. Anggota masyarakat menganut agama yang sama, oleh karena itu keanggotaannyadalam masyarakat adalah sama. Agama menyusup kedalam kelompok aktivitas yang lain, sifat-sifatnya yaitu :
- Agama memasukan pengaruh yang sakral ke dalam sistem nilai masyarakat secara mutlak
-  Dalam keadaan lembaga lain selain keluarga relatif belum berkembang, agama jelas menjadi fokus utama bagi pengintegrasian dan persatuan dari masyarakat secara keseluruhan, dalam hal ini nilai-nilai agama sering meningkatkan konservatisme dan menghalangi perubahan.

Permasalahan Agama di Indonesia
Penyebab Masalah Antar Agama di Indonesia
 Masalah antar agama di Indonesia sering berdampak pada kehidupan sosial seluruh masyarakat,dimana jika terjadi suatu konflik di suatu daerah maka dampaknya  secara tidak langsung akan mempengaruhi masyarakat pemeluk-pemeluk agama yang terlibat konflik dilain daerah sehingga terjadilah perpecahan dalam masyarakat, Kerukunan dalam umat beragama semakin berkurang seiring dengan kemajuan peradaban,semua itu tidak lain dikarenakan pergeseran atau perubahan nilai-nilai dalam masyarakat. Kerukunan hidup beragama adalah keharmonisan hubungan dalam dinamika pergaulan dan kehidupan bermasyarakat yang saling menguatkan dan diikat oleh sikap pengendali diri dalam wujud:
1) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya
2) Saling hormat menghormati dan bekerja sama intem pemeluk agama, antara berbagai golongan agama dan antara umatumat beragama dengan pemerintah yang sama-sama beitanggung jawab membangun bangsa dan Negara
3) Saling tenggang rasa dengan tidak memaksakan agama kepada orang lain.
A.    Kurangnya rasa menghormati baik antar pemeluk agama satu dengan yang lainnya ataupun sesama pemeluk agama.
B.     Adanya kesalahpahaman yang timbul karena adanya kurang komunikasi antar pemeluk agama.
C.     Perbeda an individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
D.    kurang memahami dan menghargai agama lain serta umat beragama lain
E.     kurang memahami dan menghargai hakekat dan martabat manusia
F.      kurang memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang universal, terutama cinta kasih
G.    Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat
H.    Fanatisme yang salah. Penganut agama tertentu menganggap hanya agamanyalah yang paling benar, mau “menang sendiri”, tidak mau menghargai, mengakui dan menerima keberadaan serta kebenaran agama dan umat beragama yang lain.

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH BANGSA INDONESIA


A.   Pengantar
Sejarah lahirnya pancasila pada tanggal 1 agustus 1945 tidak dapat dibantah, dimana Ir. Soekarno yang diakui sebagai tokoh nasional yang menggali pancasila. Nilai-nilai essensial yang terkandung dalam Pancasila yaitu : Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan serta Keadilan, dalam kenyataannya secara objektif telah dimiliki oleh Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum mendirikan Negara. Proses terbentuknya Negara dan bangsa Indonesia melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang yaitu sejak zaman batu kemudian timbulnya kerajaan-kerajaan pada abad ke IV, ke V kemudian dasar-dasar kebangsaan Indonesia telah mulai nampak pada abad ke VII, yaitu ketika timbulnya kerajaan Sriwijaya di bawah Syailendra di Palembang, kemudian kerajaan Airlangga dan Majapahit di Jawa Timur serta kerajaan-kerajaan lainnya.

B.   Nilai-nilai Pancasila dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Sejarahnya pancasila terbentuk melalui suatu proses yang panjang mulai dari zaman kerajaan kerjaan hinga datangnya masa penjajahan pada bangsa Indonesi. Berikut adalah sejarah pancasila.
Zaman Kerajaan kutai
Pada tahun 400 M indonesia memasuki sejarah, dimana ditemukannya prasasti yang berupa 7 yupa (tiang batu). Raja Mulawarman menurut prasasti merupakan keturunan dari raja Aswawarman yang membuka zaman kerajaan pertama kali di Indonesia yaitu kerajaan kutai. Pada zaman kuno (400-1500) terdapat dua kerajaan yang berhasil mencapai integrasi dengan wilayah yang meliputi hampir separoh Indonesia dan seluruh wilayah Indonesia sekarang yaitu kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan Majapahit yang berpusat di Jawa.
Zaman Kerajaan Sriwijaya
Abad ke VII munculnya kerajaan wijaya di Sumatra dibawah kekuasaan bangsa Syailendra dimana kerajaan ini merupakan kerajaan maritim yang mengandalkan kekuatan lautnya. Pada zaman itu kerajaan sriwijaya merupakan kerajaan besar yang sangat disegani dikawasan asia selatan. Perdagangan disebut juga Tuhan An Vatakvurah bertujuan untuk menyatukan pedagang dan pegawai raja agar mudah dalam memasarkan dagangannya. Sistem pemerintahan juga terdapat pengurus pajak, harta benda, kerajaan rokhaniawan yang menjadi teknis pembangunan gedung-gedung dan patung-patung suci sehingga pada saat itu tidak dapat dilepaskan dengan nilai ketuhanan.
Zaman kerajaan sebelum Majapahit
Sebelum kerajaan Majapahit muncul sebagai suatu kerajaan yang memancangkan nilai-nilai nasionalisme, telah muncul kerajaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur secara silih berganti. Kerjaan kerajaan tersebut adalah kerajaan kalinga, sanjaya yang membantu dalam membangun candi kalasan yang didirikan dijawa tengah bersama dengan dinasti syailendra.
Selain kerajaan di Jawa Tengah tersebut di Jawa Timur juga muncul kerajaan Isana, Damarwangsa dan juga kerajaan Airlanga. Diwilayah Kediri Jawa Timur berdiri pula kerajaan Singasari yang kemudian sangat erat hubungannya dengan berdirinya kerajaan Mahapahit.
Zaman Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit berdiri pada tahun 1932 dimana kerajaan tersebut mencapai zaman keemasannya pada pemerintahan raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada yang dibantu oleh Laksamana Nala dalam memimpin armadanya untuk menguasai nusantara. Wilayah kekuasan Majapahit saat itu terlentang luas dari semenanjung Melayu sampai irian Barat dan pada saat itu agam Hindu dan Budha hidup secara berdampingan. Empu Prapanca menulis buku Negarakertagama dimana dalam kitab tersebut terdapat istilah “Pancasila”. Empu tantular mengarang buku Sutasoma, dan didalam buku itulah kita jumpai seloka persatuan nasional, yaitu “Bhineka Tunggal Ika”, yang bunyi lengkapnya “Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua”, artinya walaupun berbeda , namun satu jua adanya sebab tidak ada agama yang memiliki tuhan yang berbeda.

C.   Zaman Penjajahan
Sejarah mencatat bahwa Belanda berusaha untuk memperkuat kekuasaanya d Indonesia. Hal tersebut menjadikan munculnya pahlawan kedaerahan seperti pahlawan Imam Bonjol dari Maluku, Pangeran Diponegoro dan masih banyak lainnya.Setelah kerajaan Majapahit runtuh maka berkembanglah agama islam yang secara bersamaan berkembang juga kerajaan islam seperti kerajaan Demak.Bangsa asing (orang portugis) mulai masuk ke Indonesia dengan cara berdagang. Hal tersebut membuat banyaknya persaingan. Utuk menghindarkan persaingan diantara mereka sendiri, kemudian mereka mendirikan suatu perkumpulan dagang yang bernama V.O.C, yang dikalangan rakyat dikenal dengan istilah ‘kompeni’. Dalam peraktek V.O.C banyak paksaan sehingga rakyat mulai melakukan perlawanan. Mataram dibawah pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) berupaya mengadakan perlawanan dan menyerang ke Batavia pada tahun 1628 dan tahun 1929, walaupun tidak berhasil meruntuhkan namun Gubernur Jendral J.P Coen tewas dalam serangan Sultan Agung yang kedua itu.

D.   Kebangkitan Nasional
Pada masa ini banyak berdiri gerakan-gerakan nasional untuk mewujudkan suatu bangsa yang memiliki kehormatan akan kemerdekaan dan kekuataannya sendiri. Diantaranya adalah Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Wahidin Sudiro Husodo pada 20 Mei 1908. kemudian Sarekat Dagang Islam (SDI) tahun 1909 serta Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1927 yang didirikan oleh Soekarno, Cipto Mangunkusumo, Sartono serta tokoh lainnya. Pada tanggal 28 Oktober 1928 lahirlah Sumpah Pemuda sebagai penggerak kebangkitan nasional yang menyatakan satu bahasa, satu bangsa serta satu tanah air yaitu Indonesia Raya.

E.   Zaman Penjajahan Jepang
Pada tanggal 29 april 1945 merupakan ulang tahun kaisar jepang yang secara bersamaan pada tahun tersebut juga merupakan tahun kedatangan Jepang ke Indonesia. Pada saat itu jepang memberikan janji kepada bangsa Indonesia akan memberikan kemerdekaan, hal tersebut dikarenakan Jepang terdesak oleh tentara sekutu. Jepang menyarankan bangsa Indonesia untuk membentuk suatu badan yang bertugas untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia atau disingkat dengan BPUPKI. Pada hari itu juga diumumkan bahwa Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat sebagai Ketua (Kaicoo) yang kemudian mengusulkan bahwa agenda pada sidang BPUPKI adalah membahas tentang dasar negara. Sidang BPUPKI Pertama merumuskan pancasila sebagai dasar negara yang resmi, dimana perumusan tersebut terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 29 Mei 1945 Muh. Yamin mengusulkan calon rumusan dasar negara sebagai Peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan dan peri keadilan. Pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Supomo mengusulkan hal-hal mengenai: kesatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah, keadilan rakyat. Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno mengusulkan bahwa pancasila adalah sebagai dasar filsafat negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pada tanggal 10-16 Juli 1945 merupakan Sidang BPUPKI Kedua, dimana dalam sidang ini membicarakan mengenai pembentukan panitia kecil yang terdiri dari sembilan orang yang disebut dengan “panitia sembilan”.

F.    Proklamasi Kemerdekaan dan Sidang PPKI
Pada pertengahan bulan agustus 1945 akan dibentuk PPKI. Untuk keperluan itu Ir. Soekarno dan Drs. Muh. Hatta dan Dr. Radjiman diberangkatkan ke Saigon atas pangilan jendral besar Terauchi. Pada tanggal 9 agustus 1945 Jendral Terauchi memberikan kepada mereka 3 cap yaitu bahwa Soekarno diangkat sebagai ketua PPKI,  Muh. Hatta sebagai wakil dan Radjiman sebagai anggota, Panitia persiapan boleh mulai bekerja pada tanggal 9 agustus 1945 dan cepat atau tidaknya pekerjaan panitia di serahkan seperlunya pada panitia. Sekembaliannya dari saigon 14 agustus 1945, Ir. Soekarno mengumumkan dimuka umum bahwa bangsa Indonesia akan merdeka sebelum jagung berbunga. Untuk mempersiapkan Proklamasi tersebut maka pada tengah malam, Soekarno-Hatta pergi ke rumah Laksamana Maeda di Oranye Nassau Boulevard. Pagi harinya pada tanggal 17 Agustus 1945 di Pegangsaan timur 56 Jakarta, tepat pada hari Jumat Legi, jam 10 pagi Waktu Indonesia Barat pembacaat teks proklamasi dilaksanakan. Pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan sidang PPKI dimana dalam sidang tersebut keputusan dibuat untuk menegaskan Undang Undang Dasar 1945, memilih presiden dan wakil presiden yang pertama dan Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat sebagai badan Musyawarah darurat.

G.      Masa Setelah Proklamasi Kemerdekaan
Setelah prokamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 ternyata bangsa Indonesia masih menghadapi kekuatan sekutu yang berupaya menanamkan kembali kekuasaan Belanda di Indonesia, yaitu pemaksaan untuk mengakui pemerintahan Nica ( Netherland Indies Civil Administration). Selain itu Belanda juga secara licik mempropagandakan kepada dunia luar bahwa negara Proklamasi RI. Hadiah pasis Jepang. Untuk melawan propaganda Belanda pada dunia Internasional, maka pemerintah RI mengelurkan tiga buah maklumat :
1.    Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945 yang menghentikan kekuasaan luar biasa dari Presiden sebelum masa waktunya (seharusnya berlaku selama enam bulan). Kemudian maklumat tersebut memberikan kekuasaan tersebut kepada MPR dan DPR yang semula dipegan oleh Presiden kepada KNIP.
2.    Maklumat pemerintah tanggal 03 Nopember 1945, tantang pembentukan partai politik yang sebanyak–banyaknya oleh rakyat. Hal ini sebagai akibat dari anggapan pada saat itu bahwa salah satu ciri demokrasi adalah multi partai. Maklumat tersebut juga sebagai upaya agar dunia barat menilai bahwa negara Proklamasi sebagai negara Demokratis
3.    Maklumat pemerintah tanggal 14 Nopember 1945, yang intinya maklumat ini mengubah sistem kabinet Presidental menjadi kabinet parlementer berdasarkan asas demokrasi liberal.

1.    Pembentukan Negara Republik Indonesia Serikat (RIS)
Pada tanggal 27 desember 1949 konprensi meja bundar (KMB) dilakukan untuk disetujui dan ditanda tangani (mantel resolusi) Oleh ratu belanda Yulianuntuk a dan wakil pemerintah RI di Kota Den Hag yang menghasilkan keputusan sebagai berikut:
a.    Konstitusi RIS menentukan bentuk negara serikat (federal) yang membagi indonesia menjadi 16 negara bagian.
b.    Konstitusi RIS menentukan sifat pemerintahan berdasrkan asas demokrasi liberal, pada mentri bertanggung jawab kepada paelemen.
c.    Mukadimah Konstitusi RIS menghhapuskan jiwa dan isi pembukaan UUD 1945.

2.    Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1950
Berdirinya negara RIS dalam Sejarah ketatanegaraan Indonesia adalah sebagai suatu taktik secara politis untuk tetap konsisten terhadap deklarasi Proklamasi yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 yaitu negara persatuan dan kesatuan sebagaimana termuat dalam alinea 4, bahwa pemerintah negara…….” yang melindungi segenap bangsa Indoneia dan seluruh tumpah darah negara Indonesia …..” yang berdasarkan kepada UUD 1945 dan Pancasila. Berdasarkan hal tersebut terjadilah gerakan unitaristis secara spontan dan rakyat untuk membentuk negara kesatuan yaitu menggabungkan diri dengan Negara Proklamasi RI yang terpusat di Yokyakarta. Akhirnya berdasarkan persetujuan RIS dengan negaraRI tanggal 19 Mei 1950, maka seluruh negara bersatu dalam negara kesatuan, dengan Konstitusi Sementara yang berlaku sejak 17 Agustus 1950.
3.    Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Pada pemilu tahun 1959 ternyata tidak seseuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat, bahkan mengakibatkan ketidakstabilan pada politik, social ,ekonomi, dan hankam. Hal ini disebabkan oleh konstituante yang seharusnya membuat UUD negara RI ternyata membahas kembali dasar negara, maka pada tanggal 5 juli 1959 yang menyatakan presiden sebagai badan yang harus bertanggung jawab mengeluarkan dekrit atau pernyataan, yang isinya :
a.       Membubarkan kontituante
b.      Menetapkan kembali UUDS 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950
c.       Dibentuknya MPRS dab DPAS dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Berdasarkan Dekrit Presiden tersebut maka UUD 1945 berlaku kembali di negara Republik Indonesia hingga sat ini.
4.    Masa Orde Baru
‘Orde Baru’ adalah suatu tatanan masyrakat dan pemerintahan yang menutut dilaksanakannya Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Munculnya orde baru ini diawali dengan adanya aksi dari seluruh masyarakat antara lain : Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi guru Indonesia (KAGI), dan lainnya. Aksi tersebut menuntut dengar tiga tuntutan atau yang dikenal dengan ‘Tritura’, berikut adalah isi dari tritura:
a.       Pembubaran PKI dan ormas-ormasnya
b.      Pembersihan kabinet dari unsur G 30 S PKI
c.       Penurunan harga.

EKSPLOITASI SUMBERDAYA ALAM

PERMASALAHAN :
Eksploitasi sumber daya alam adalah tindakan mengeruk sumber daya yang ada pada alam secara berlebihan demi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam mengekploitasi sumber daya alam pastinya ada kebijakannya yaitu mengekploitasi sumber daya alam yang legal dan ilegal, apabila eksploitasi dilakukan secara ilegal dan secara besar-besaran pasti akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar bahkan akan merusak lingkungan itu sendiri. Dampak yang akan timbul apabila mengeksploitasi sumber daya alam secara ilegal dan terus menerus yaitu dapat menyebabkan tanah longsor, rusaknya ekosistem disekitar eksploitasi, mata air disekitar eksploitasi akan mengering.
SOLUSI :
Dalam mengatasi masalah yang terjadi apabila eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan ilegal yaitu dengan menggunakan konsep pembangunan berkelanjutan yang diperkenalkan pertama kali dalam perdebatan kebijakan internasional dalam pertemuan strategi konservasi dunia pada tahun 1980. Pada konsep pembangunan berkelanjutan yaitu dengan kita mengeksploitasi sumber daya alam secara besar besaran kita harus menanam kembali sumber daya tersebut dengan jumlah yang kita eksploitasi atau menanam sumber daya terbarukan dengan maksud agar hutan, perikanan, atau sumber daya yang kita eksploitasi yang lebih banyak ditanam dari pada eksploitasi tersebut dapat dikelola sedemikian rupa sehingga tingkat eksploitasi tidak melebihi tingkat regenerasi, dengan demikian persediaan sumber daya alam dapat dipertahankan.
KESIMPULAN :
Dalam mengeksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran seharusnya manusia juga harus memperhatikan alam yang sudah dieksploitasinya dengan cara menanam kembali apa yang telah di eksplotasi agar dapat memperpanjang hidup dari alam agar masih tersedia sumber daya alam yang dinikmati oleh generasi selanjutnya.

CONTOH PROPOSAL BAB 1 CAPSTONE PROJECT DESAIN PERANCANGAN APLIKASI PENCARIAN OBJEK WISATA DI DAERAH BOGOR BERBASIS ANDROID

1.         PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
            Setiap orang yang bekerja kurang lebih 5 hari kerja dalam seminggu pasti akan mengalami kejenuhan selama beraktifitas kerja dalam kurun waktu tertentu, untuk mengatasi kejenuhan kerja selama 5 hari tersebut diperlukan penyegaran atau refreshing yaitu dengan cara mengunjungi tempat wisata.
            Bogor merupakan salah satu kota yang berlokasi di provinsi jawa barat yang memiliki potensi objek wisata maupun itu yang berlokasi di kota dan kabupaten bogor, sekitar kurang lebih 90 tempat wisata yang tersebar di seluruh bogor. Secara umum tempat tempat wisata di daerah bogor yang telah terdaftar dalam Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bogor. Sehingga apabila seseorang ingin berkunjung ke tempat wisata di bogor dapat bertanya alamat tempat wisata tersebut kepada dinas kebudayaan dan pariwisata bogor. Namun hal ini sangat merepotkan alangkah lebih baik bila orang tersebut dapat mengetahui lokasi suatu tempat wisata di bogor melalui media internet. Ada banyak cara untuk mengakses internet yaitu menggunakan smartphone, komputer dan notebook. Alat yang paling mudah dibawa kemana-mana yaitu smartphone, pengguna smartphone dari tahun ke tahun terus meningkat dan juga banyak smartphone canggih yang keluar tiap tahunnya. Salah satu sistem operasi yang digunakan dalam smartphone yaitu android.
            Maka dari itu penulis akan membuat aplikasi berbasis android untuk membantu wisatawan dalam mencari lokasi wisata di daerah bogor. Untuk membantu wisatawan dalam menentukan tempat wisata yang akan dikunjungi, maka penulis menyediakan fitur untuk memilih kriteria tempat wisata yang akan dituju. Kriteria tersebut meliputi objek wisata alam, objek wisata kuliner, dan objek wisata sejarah yang ada di bogor. Selain itu aplikasi ini juga berguna untuk memberikan informasi jadwal jam kerja objek wisata tersebut serta rute yang dilalui untuk mencapai ke tempat wisata tersebut.



1.2       Perumusan masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Bagaimana membuat aplikasi yang berbasis android untuk mencari tempat wisata di daerah bogor?
2.      Bagaimana prototype aplikasi penunjuk tempat wisata yang ada di daerah bogor?

1.3       Tujuan Penelitian
            Tujuan dari penelitian ini adalah guna membuat aplikasi pencarian tempat wisata berbasis android yang dapat mencari tempat wisata di daerah bogor sesuai dengan kriteria yang diinginkan dan dapat mengetahui rute terpendek dari lokasi kita untuk menuju tempat wisata tersebut.

1.4       Batasan Masalah
            Batasan masalah dilakukan bertujuan untuk membatasi agar penelitian tidak menyimpang atau melampaui ruang lingkup masalah. Aplikasi ini difokuskan pada tempat wisata yang berdasarkan kriteria tempat wisata yang diinginkan wisatawan, kriteria tersebut yaitu katergori dalam memilih objek wisata.

Minggu, 19 Januari 2020

REVIEW JURNAL SISTEM PRODUKSI


REVIEW JURNAL
SISTEM PRODUKSI

Nomor Jurnal     : Jurnal OPSI Vol 11 No. 2 Desember 2018 ISSN 1693-2102
Judul Jurnal        : Perancangan Sistem Kerja Untuk Meningkatkan Hasil Produksi   Melalui Pendekatan Macroergonomic Analysis And Design di Sentra Industri Batik Ayu Arimbi Sleman.
Ditulis Oleh        : Trisma Ristyowati dan Tri Wibawa. Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta.

ABSTRAK
          Sentra Batik Ayu Arimbi yang ada di daerah Plalangan, Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta adalah sebuah  Sentra batik yang  menggunakan pewarna alam sebagai pewarna batik dan masih menggunakan cara-cara tradisional dalam sistem kerjanya. Pekerja di sana sering mengalami kelelahan khususnya dalam membuat pola batik, serta waktu yang dibutuhkan dalam membuat pola batik masih terlalu lama. Hal ini disebabkan tidak adanya fasilitas alat bantu untuk pembuatan pola batik. Untuk itu perlu dirancang meja batik tulis yang efesien, nyaman, aman dan mudah dalam proses penggunaan dan perawatannya. Dalam penelitian ini pengidentifikasian permasalahan dengan pendekatan Macroergonomic Analisys and Design (MEAD).
          Langkah penelitian diawali dengan menganalisis faktor kunci dalam makroergonomi, kemudian mencari solusi atas variansi yang terjadi pada faktor kunci tersebut. Berdasarkan analisis tempat kerja diperoleh bahwa bidang teknologi dan fasilitas kerja menjadi faktor kunci, maka dirancanglah alat bantu meja pola batik. Kemudian perancangan meja pola batik secara ergonomis dengan memperhatikan atribut meliputi meja pola batik yang nyaman saat digunakan, meja mudah dioperasikan, pola dasar batik terlihat jelas, pola batik yang memiliki kualitas lebih baik, pekerja tidak cepat lelah, dan meja pola batik yang perawatannya mudah. Pengujian meja pola batik dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan melibatkan pengguna dan ketua sentra.
          Hasil penelitian menunjukkan bahwa meja pola batik  yang dirancang dapat menurunkan keluhan pembuat pola batik dan pekerjaan dilakukan secara ergonomis. Secara kualitatif hasil produksi design batik lebih tajam dan indah, kuesioner menunjukan bahwa meja pola batik mudah dioperasikan, nyaman pada saat digunakan, dan mudah dalam melakukan perawatan. Secara Kuantitatif dapat meningkatkan jumlah roduksi, dikarenakan waktu proses menggambar pola yang semula 18 jam menjadi 6 jam, waktu yang dapat dihemat adalah 2 hari kerja.

PENDAHULUAN
          Sentra industri batik Ayu Arimbi berada di Padukuhan Plalangan Gajah Kuning, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman. Sentra ini ketua oleh Ibu Tatik Susilowati, dengan anggota sebanyak 18 pengrajin. Secara umum, para pengrajin terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Produk yang dihasilkan berupa batik cap dan batik tulis. Ciri khas yang dikembangkan dan menjadi daya saing industri batik ini adalah bahwa batik yang diproduksi dengan motif khas sinom parijoto dengan kombinasi salak. Selain itu penggunaan kombinasi warna sintetis dan pewarna alami yang ramah lingkungan. Bahan baku dan bahan pendukung yang digunakan antara lain adalah kain, lilin/malam, pewarna alami, pewarna sintetis, kuas, canting, HCl, dan Asam Nitrit. Bahan baku kain dari PT Primissima, Medari, Sleman, sedangkan bahan lainnya dari Pemasok Bantul dan Klaten.
            Hasil survei di industri Batik Ayu Arimbi menunjukan proses produksi yang dilakukan masih dibilang sederhana. Diawali dari penyiapan bahan kain, membuat pola, dan membatik dengan tangan dan cap. Selanjutnya penjemuran, pencelupan, dan pengeringan. Peralatan yang digunakan untuk mendukung proses produksi diantaranya adalah kompor, canting, cap tangan, dan kuas. Kelemahan yang dihadapi ditinjau dari lingkungan kerjanya masih banyak yang harus diperbaiki. Berdasarkan aspek pemodalan dan finansial, sumber modal usaha berasal dari modal pribadi, pinjaman, dan bantuan pemerintah. Penghasilan yang diterima pengrajin tergantung dari besarnya produk yang terjual. Sistem administrasi yang diterapkan oleh sentra ini masih bersifat tradisional dengan cara manual dituliskan dalam buku khas.

LANDASAN TEORI
          Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang kemudian membentuk suatu kebulatan pola tertentu dalam rangka melaksanakan suatu bidang pekerjaan (KBBI, 2005). Menurut Kleiner (2006), sistem kerja terdiri dari dua atau lebih orang yang bekerja bersama-sama (personel sub-sistem), berinteraksi dengan teknologi (technological sub-system) dalam sistem organisasi yang dicirikan oleh lingkungan internal (both physical and cultural). Menurut Freivald (2010),  elemen-elemen sistem kerja terdiri dari organisasi, human, tasks, environment, dan tools/teknologi.
          Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang sistem kerja yang aman, nyaman, efektif, dan efisien sesuai kaidah ergonomi sehingga akan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi di Sentra Batik Ayu Arimbi dengan pendekatan macroergonomic analysis and design. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Merancang sistem kerja di Sentra Batik Ayu Arimbi dengan pendekatan macroergonomic analysis and design.
2) Mengetahui kenyamanan kerja karyawan sebelum dan sesudah perancangan.
3) Mengetahui output produk yang dibuat untuk mengukur produktivitas hasil perancangan.
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Industri kecil dan menengah dapat mengenal dan menerapkan teknologi untuk meningkatkan produktivitasnya. 
2) Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan terhadap sistem kerja dengan sehat, aman, nyaman, efektif dan efisien.
3) Salah satu penerapan difusi teknologi dari akademisi ke dalam masyarakat.
METODELOGI PENELITIAN
          Obyek yang menjadi fokus penelitian ini adalah mengevaluasi sistem kerja yang meliputi faktor organisasi, peralatan, pekerjaan dan lingkungan fisik. Pada keempat faktor tersebut akan dicari faktor kunci yang mempengaruhi kenyamanan pekerja dan produktivtas sehingga dapat dibuat usulan perbaikan sistem kerja. Pada sentra batik ini proses pembuatan pola dilakukan secara manual dengan cara yang tidak ergonomis yaitu dengan duduk dilantai selama 1 jam membuat pola selanjutnya beristirahat sebentar lalu melanjutkan lagi membuat pola 1 jam dan seterusnya, sehingga satu kain batik tulis membutuhkan waktu selama 18 jam dalam satu pola kain batik tulis. Posisi kerja seperti ini tentunya berisiko menimbulkan keluhan keluhan pada sistem musculoskeletal. Sedangkan keluhan dari pekerja yang mengalami rasa sakit ketika selesai beraktivitas seharian di industri tersebut, rata-rata pekerja memiliki keluhan yang sama yaitu kaki kesemutan, pegal-pegal pada leher, tangan dan tulang belakang karena terlalu lama duduk bersila di lantai. Identifikasi postur kerja yang tidak aman bagi tubuh yang dapat menimbulkan gejala Musculosketal Disorders (MSDs). Dalam mengatasi kondisi sistem kerja yang belum optimal digunakan Macroergonomic Analysis and Design (MEAD) untuk mengevaluasi sistem kerja pada Industri Batik Ayu Arimbi sehingga dapat diketahui faktor kunci dalam sistem kerja yang paling berpengaruh terhadap produktivitas dan dapat dibuat usulan perbaikan berdasarkan faktor kunci yang terpilih sehingga dapat memperbaiki sistem kerja menjadi lebih baik. Macroergonomic Analysis and Design (MEAD) merupakan metodologi yang menggambarkan tahapan implementasi ergonomi makro yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dan merancang sistem kerja. Kerangka umum Macroergonomic Analysis and Design (MEAD) dikembangkan oleh Emery and Trist (1978) dalam Hendrick and Kleiner (2001). Berikut ini adalah penjabaran dari langkah pengolahan data yang dilakukan:   
1.      Mengamati sistem organisasi secara internal dan eksternal
2.      Mendefinisikan tipe sistem operasi kerja dan ekspektasi kerja
3.      Mendefinisikan unit operasi dan proses kerja
4.      Mengidentifikasi variansi yang terjadi
5.      Membuat matriks variansi
6.      Membuat tabel kendali variansi kunci dan jaringan peran
7.      Menunjukan alokasi fungsi dan rancangan bersama
8.      Memahami persepsi mengenai peran dan tanggung jawab
9.      Merancang atau memperbaiki subsistem pendukung interface

HASIL DAN PEMBAHASAN
          Macroergonomic Analysis and Design (MEAD) yang terdiri dari 10 fase. Langkah atau tahapan proses Macroergonomic Analysis and Design (MEAD) tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi dan merancang sistem kerja.
1.        Identifikasi lingkungan dan subsistem organisasi
Analisis visi, misi, dan asas dasar organisasi. Misi menjelaskan tentang tujuan organisasi dan aktivitas produksi/pelayanan. Visi merupakan pandangan ke depan yang akan dicapai organisasi  pada jangka 5-10 tahun.
2.        Mendefinisikan jenis sistem produksi dan ekspektasi performansi
Kriteria ekspektasi performansi berhubungan dengan tujuan organisasi dan teknikal proses yang ada. Tipe produksi didasarkan pada make to order (pembuatan berdasarkan pesanan). Ada beberapa batik tulis khas juga dibuat untuk keperluan khusus seperti promosi dan pameran.
3.        Mengidentifikasi data varian
Identifikasi data varian bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang ada sehingga dapat memudahkan proses analisis selanjutnya.
4.        Membuat matriksa varian
Matriks varian bertujuan untuk mengetahui hubungan atau keterkaitan antar varian atau apakah varian yang satu mempengaruhi varian lainnya.
5.        Membuat tabel kendali varian kunci dan jaringan peran
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kendali atau kontrol varian yang telah ada dan bagaimana peran personel yang bertanggung jawab di perusahaan.
6.        Penyusunan fuction alocation and joint design
Tahap ini bertujuan untuk membuat fungsi alokasi dan rancangan alternatif perbaikan dari tabel kendali varian dan varian kunci yang ada dalam bentuk objective/activity tree. Berikut ini adalah Gambar 1 Meja pola batik tulis 3D
Gambar 1 Meja Pola Batik Tulis 3D

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis hasil dan pembahasan penerapan MEAD di Sentra Batik Ayu Arimbi, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.         Faktor kunci yang mempengaruhi sistem kerja untuk meningkatkan produktivitas adalah faktor teknologi yang terdiri dari varian keseusaian alat kerja dan masalah desain peralatan kerja
b.        Perbaikan sistem kerja dilakukan dengan pengadaan peralatan kerja berupa meja pola batik, sosialisasi penggunaan meja batik yang baik dan benar yang dapat dilakukan pada saat breifing sebelum mulai kerja.
c.         Waktu proses pembuatan pola batik dengan meja kerja semakin cepat 6 jam dibanding dengan sistem kerja lama yang prosesnya sampai 18 jam.