Kamis, 23 Maret 2017

Tugas ISD 3

KENAKALAN REMAJA

Tugas Kelompok
Aris Ariyanto          : 31416081
Jeanita Herawan      : 33416686
M. Affan Huzairy    : 34416678
Natasia Deva           : 35416331
Purwo Agung          : 38416157

Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah, atau di lingkungan pertemanannya.

Faktor pemicunya, menurut sosiolog Kartono, antara lain adalah gagalnya remaja melewati masa transisinya, dari anak kecil menjadi dewasa, dan juga karena lemahnya pertahanan diri terhadap pengaruh dunia luar yang kurang baik.

Akibatnya, para orangtua mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang tidak dapat diatur, bahkan terkadang bertindak melawan mereka. Konflik keluarga, mood swing, depresi, dan munculnya tindakan berisiko sangat umum terjadi pada masa remaja dibandingkan pada masa-masa lain di sepanjang rentang kehidupan.

Batasan dan Jenis Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja merupakan tindakan melanggar peraturan atau hukum yang dilakukan oleh anak di bawah usia 18 tahun.
Perilaku yang ditampilkan dapat bermacam-macam, mulai dari kenakalan ringan seperti membolos sekolah, melanggar peraturan-peraturan sekolah, melanggar jam malam yang orangtua berikan, hingga kenakalan berat seperti vandalisme, perkelahian antar geng, penggunaan obat-obat terlarang, dan sebagainya. 
Faktor lingkungan atau teman sebaya yang kurang baik juga ikut memicu timbulnya perilaku yang tidak baik pada diri remaja. Sekolah yang kurang menerapkan aturan yang ketat juga membuat remaja menjadi semakin rentan terkena efek pergaulan yang tidak baik.

"Guru yang kurang sensitif terhadap hal ini juga bisa membuat remaja menjadi semakin sulit diperbaiki perilakunya. Demikian juga dengan guru yang terlalu keras dalam menghadapi remaja yang bermasalah. Bisa jadi, bukannya ikut meredam kenakalan mereka, malah membuat kenakalan mereka semakin menjadi," ujar Prof. Arif Rachman, pakar pendidikan dari UNJ.

Sementara M Faisal Magrie, konsultan psikologi remaja dari Asosiasi Berbagi, menyatakan beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah munculnya perilaku kenakalan pada anak remaja.         

Menurut Faisal, mengasuh anak yang memasuki usia remaja dapat diandaikan seperti bermain layangan. "Apabila orangtua menarik talinya terlalu dekat, layangan itu tidak akan bisa terbang. Namun bila orangtua membiarkan talinya terlalu jauh, layangan tersebut akan putus karena angin yang kencang, atau hal lain seperti menyangkut di pohon," kata Faisal.

Begitu juga dengan anak remaja, jika orangtua terlalu mengekang anak, yang terjadi adalah anak tidak mampu berkembang secara mandiri dan mereka akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari kekangan orangtua. Ketika hal ini terjadi, lingkungan sosial, terutama teman sebaya, akan menjadi pelarian utama si anak.

Apabila ternyata lingkungan sosial tempat anak biasa berkumpul memiliki kecenderungan untuk melakukan kenakalan remaja, anak juga berpotensi besar untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan kelompoknya.

Hal yang sama juga dapat terjadi apabila orangtua terlalu membebaskan anak. Perbedaannya adalah, anak yang dibebaskan tidak merasakan tekanan sebesar apa yang dirasakan oleh anak yang dikekang, sehingga dorongan untuk memberontak cenderung lebih kecil dibandingkan anak yang dikekang.
Berikut merupakan wawancara dari kelompok kami kepada seseorang yang pernah melakukan beberapa dari tindakan kenakalan remaja
Narasumber   : Jon (nama samaran)
Waktu wawancara  : 20 Maret 2017
Kenakalan Jon  : Merokok,  Nonton Film Porno, Meminum Alkohol
Status   : Pelajar
P             :Kapan Anda mulai merokok?
N             :Kelas 2 SMP
P             :Mengapa Anda merokok?
N             :Karena kebiasaan.
P             :Pertama kali mengisap rokok itu, awalnya diajak teman atau dari diri sendiri?
N             :Inisiatif saya sendiri. Namun awalnya saya mencoba merokok karena alasan sepele yaitu                      pengen nyoba. Tapi sejak ada teman merokok, merokok jadi kebiasaan saya dan jadinya                      saya ikut merokok bareng.
P             :Pernahkah Anda merokok di lingkungan sekolah?
N             :Iya, pernah.
P             :Jika pernah, apa pihak sekolah tahu?
N             :Iya, saya ketahuan.
P             :Setelah ketahuan sanksi apa yang Anda dapat dari sekolah?
N             :Orangtua saya dipanggil menghadap guru bimbingan konseling.
P             :Saya dengar Anda juga sering nonton film porno saat SMP. Mengapa?
N             :Karena pengaruh, teman dan lingkungan. Sebutan kasarnya adalah (“Semua anak laki-laki                  juga nonton, idiot”).
P             :Apa Anda pernah ketahuan?
N             :Saat itu guru saya melihat banyak sekali video porno di memory saya. Jadi saya ketahuan.
P             :Hukuman apa yang didapat dari sekolah?
N             :Handphone saya disita beberapa hari dan orang tua saya dipanggil.
P             :Saya dengar Anda juga sering minum-minum. Mengapa?
N             :Alasannya simple, karena enak.
P             :Jika ya sejak kapan Anda memulai itu?
N             :Sejak SMA
P             :Selain itu saya juga mendengar, Anda sering pulang dini hari pagi. Mengapa?
N             :Biasa, nongkrong dan main dengan teman, kadang ngebir bareng juga.
P             :Jenis bir apa yang suka Anda minum?
N             :Bir bintang, arak, rajawali, innex, black label, anggur, dll.
P             :Mengapa Anda selalu memilih main saat malam sudah larut dan tidak memilih siang hari?
N             :Tidak suka siang hari karena panas. Kalau kena panas, kepala saya pusing.
P             :Apakah Anda pernah berinisiatif untuk berhenti melakukan kegiatan-kegiatan negatif itu?
N             :Pernah. Justru tiap hari, tapi lupa lagi.
P             :Apakah orang tua tahu kebiasaan buruk Anda?
N             :Ya, mereka tahu.
P             :Bagaimana tanggapan orang tua soal apa yang Anda lakukan?
N             :Tanggapan mereka buruk, saya sering dinasihati dan ditegur. Mereka mengharapkan yang                    baik.

Keterangan 
P             :Pewawancara
N            :Narasumber

Dari wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa penyebab utama seorang pelajar melakukan kegiatan negatif adalah karena rasa penasaran seseorang akan sesuatu yang baru dan faktor teman-teman dan juga lingkungan remaja yang sangat mendukung. Hal ini memberitahu dan menunjukkan bahwa teman sendiri pun dapat menjadi pelaku utama menjeremuskan kawannya sendiri ke sarang negatif. Pandai memilih teman dan memilih pergaulan positif adalah kunci untuk mencegah seseorang terjerumus dalam hal negatif.

http://health.detik.com/read/2011/01/23/100537/1552483/1075/10-penyebab-kenakalan-remaja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar