Rabu, 04 Januari 2017

Manusia dan Keadilan



Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran". Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil". Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Macam-macam Keadilan :

  • Keadilan Komunikatif : Pengertian keadilan komunikatif adalah perlakuan kepada seseorang tampa dengan melihat jasa-jasanya. Contohnya keadilan komunikatif adalah seseorang yang diberikan sanksi akibat pelanggaran yang dibuatnya tampa melihat jasa dan kedudukannya. 
  • Keadilan Distributif : Pengertian keadilan distributif adalah perlakuan kepada seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah dilakukan. Contoh keadilan distributif adalah seorang pekerja bangunan yang diberi gaji sesuai atas hasil yang telah dikerjakan. 
  • Keadilan Kodrat Alam : Pengertian keadilan kodrat alam adalah perlakukan kepada seseorang yang sesuai dengan hukum alam. Contoh keadilan kodrat alam adalah seseorang akan membalas dengan baik apabila seseorang tersebut melakukan hal yang baik pula kepadanya. 
  • Keadilan Konvensional : Pengertian keadilan konvensional adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mematuhi peraturan perundang-undangan. Contoh keadilan konvensional adalah seluruh warga negara wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku di negara tersebut. 
  • Keadilan Perbaikan : Pengertian keadilan perbaikan adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mencemarkan nama baik orang lain. Contoh keadilan perbaikan adalah seseorang meminta maaf kepada media karna telah mencemarkan nama baik orang lain.
    Azas keadilan sosial:
Bahwa semua orang memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama sesuai dengan hak-hak azasi manusia, dan mendapatkan alokasi yang adil dari sumber-sumber yang tersedia di masyarakat.

Contoh Perbedaan Keadilan Manusia dan Tuhan
     Dua anak menemukan sebuah kantong berisi dua belas butir kelereng. Mereka berdebat soal pembagian kelereng itu dan memutuskan untuk mendatangi seorang Bapak yang mereka anggap Bijak.
Ketika diminta menengahi, Bapak itu bertanya, mereka mau kelereng itu dibagi menurut kea-dilan Manusia atau keadilan TUHAN. Anak-anak itu menjawab, "Kami mau yang Adil. Jadi, bagilah menurut keadilan TUHAN."
Sang Bapak pun menghitung kelereng tersebut, lalu memberikan tiga butir kepada salah satu anak, dan sembilan butir kepada anak yang lain.
Pertanyaan sang Bapak mengingatkan kita bahwa terkadang ada perbedaan besar antara Keadilan yang diberikan Manusia dan ALLAH.
Jalan TUHAN, Pikiran dan Rencana-NYA, jauh berbeda dari jalan Manusia. Standar Kebenaran dan Keadilan-NYA juga lain dari standar manusia. Seperti Langit dan Bumi bedanya.
Manusia hanya melihat sepotong gambar, ALLAH melihat gambar itu secara menyeluruh.
Manusia hanya mengamati tindakan lahiriah,TUHAN sanggup menilik sampai ke relung Hati yang paling dalam.
Apa yang dianggap Baik oleh TUHAN, bisa jadi malah dianggap jahat oleh Manusia. Ketika kita berharap mendapat bagian Sama Rata, TUHAN membagikan Karunia menurut keperluan masing-masing orang.
Apa yang kita rasa lamban, bagi DIA Indah pada waktunya.
Adakah Harapan kita yang belum terwujud sampai saat ini ? Atau, Adakah Doa yang sudah sekian lama kita panjatkan, tetapi kita belum kunjung melihat Titik Terang Jawaban-NYA ? Mungkin TUHAN bukannya berdiam diri. Bisa jadi DIA justru sedang menjawabnya secara tak terduga : menurut jalan-NYA, bukan menurut jalan kita
JANGAN MEMBENGKOKKAN JALAN TUHAN MENURUT KEMAUAN KITA,
KITALAH YANG HARUS MENUNDUKKAN DIRI MENGIKUTI JALANNYA.
 
https://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&ved=0ahUKEwi_qL_HmqrRAhUHso8KHZX6DqoQFghTMAg&url=http%3A%2F%2Fweb.unair.ac.id%2Fadmin%2Ffile%2Ff_32373_sospen9.pptx&usg=AFQjCNFlUDui07XyCF0WtcU6G3ZII2MUbw&sig2=Y1J_A5QiPR8bxAdBSs7C8A
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/11/manusia-dan-keadilan.html
https://id-id.facebook.com/notes/chocolatos/perbedaan-keadilan-manusia-dan-tuhan/438854946255/

2 komentar: