Kamis, 23 Maret 2017

Tugas ISD 3

KENAKALAN REMAJA

Tugas Kelompok
Aris Ariyanto          : 31416081
Jeanita Herawan      : 33416686
M. Affan Huzairy    : 34416678
Natasia Deva           : 35416331
Purwo Agung          : 38416157

Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah, atau di lingkungan pertemanannya.

Faktor pemicunya, menurut sosiolog Kartono, antara lain adalah gagalnya remaja melewati masa transisinya, dari anak kecil menjadi dewasa, dan juga karena lemahnya pertahanan diri terhadap pengaruh dunia luar yang kurang baik.

Akibatnya, para orangtua mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang tidak dapat diatur, bahkan terkadang bertindak melawan mereka. Konflik keluarga, mood swing, depresi, dan munculnya tindakan berisiko sangat umum terjadi pada masa remaja dibandingkan pada masa-masa lain di sepanjang rentang kehidupan.

Batasan dan Jenis Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja merupakan tindakan melanggar peraturan atau hukum yang dilakukan oleh anak di bawah usia 18 tahun.
Perilaku yang ditampilkan dapat bermacam-macam, mulai dari kenakalan ringan seperti membolos sekolah, melanggar peraturan-peraturan sekolah, melanggar jam malam yang orangtua berikan, hingga kenakalan berat seperti vandalisme, perkelahian antar geng, penggunaan obat-obat terlarang, dan sebagainya. 
Faktor lingkungan atau teman sebaya yang kurang baik juga ikut memicu timbulnya perilaku yang tidak baik pada diri remaja. Sekolah yang kurang menerapkan aturan yang ketat juga membuat remaja menjadi semakin rentan terkena efek pergaulan yang tidak baik.

"Guru yang kurang sensitif terhadap hal ini juga bisa membuat remaja menjadi semakin sulit diperbaiki perilakunya. Demikian juga dengan guru yang terlalu keras dalam menghadapi remaja yang bermasalah. Bisa jadi, bukannya ikut meredam kenakalan mereka, malah membuat kenakalan mereka semakin menjadi," ujar Prof. Arif Rachman, pakar pendidikan dari UNJ.

Sementara M Faisal Magrie, konsultan psikologi remaja dari Asosiasi Berbagi, menyatakan beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah munculnya perilaku kenakalan pada anak remaja.         

Menurut Faisal, mengasuh anak yang memasuki usia remaja dapat diandaikan seperti bermain layangan. "Apabila orangtua menarik talinya terlalu dekat, layangan itu tidak akan bisa terbang. Namun bila orangtua membiarkan talinya terlalu jauh, layangan tersebut akan putus karena angin yang kencang, atau hal lain seperti menyangkut di pohon," kata Faisal.

Begitu juga dengan anak remaja, jika orangtua terlalu mengekang anak, yang terjadi adalah anak tidak mampu berkembang secara mandiri dan mereka akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari kekangan orangtua. Ketika hal ini terjadi, lingkungan sosial, terutama teman sebaya, akan menjadi pelarian utama si anak.

Apabila ternyata lingkungan sosial tempat anak biasa berkumpul memiliki kecenderungan untuk melakukan kenakalan remaja, anak juga berpotensi besar untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan kelompoknya.

Hal yang sama juga dapat terjadi apabila orangtua terlalu membebaskan anak. Perbedaannya adalah, anak yang dibebaskan tidak merasakan tekanan sebesar apa yang dirasakan oleh anak yang dikekang, sehingga dorongan untuk memberontak cenderung lebih kecil dibandingkan anak yang dikekang.
Berikut merupakan wawancara dari kelompok kami kepada seseorang yang pernah melakukan beberapa dari tindakan kenakalan remaja
Narasumber   : Jon (nama samaran)
Waktu wawancara  : 20 Maret 2017
Kenakalan Jon  : Merokok,  Nonton Film Porno, Meminum Alkohol
Status   : Pelajar
P             :Kapan Anda mulai merokok?
N             :Kelas 2 SMP
P             :Mengapa Anda merokok?
N             :Karena kebiasaan.
P             :Pertama kali mengisap rokok itu, awalnya diajak teman atau dari diri sendiri?
N             :Inisiatif saya sendiri. Namun awalnya saya mencoba merokok karena alasan sepele yaitu                      pengen nyoba. Tapi sejak ada teman merokok, merokok jadi kebiasaan saya dan jadinya                      saya ikut merokok bareng.
P             :Pernahkah Anda merokok di lingkungan sekolah?
N             :Iya, pernah.
P             :Jika pernah, apa pihak sekolah tahu?
N             :Iya, saya ketahuan.
P             :Setelah ketahuan sanksi apa yang Anda dapat dari sekolah?
N             :Orangtua saya dipanggil menghadap guru bimbingan konseling.
P             :Saya dengar Anda juga sering nonton film porno saat SMP. Mengapa?
N             :Karena pengaruh, teman dan lingkungan. Sebutan kasarnya adalah (“Semua anak laki-laki                  juga nonton, idiot”).
P             :Apa Anda pernah ketahuan?
N             :Saat itu guru saya melihat banyak sekali video porno di memory saya. Jadi saya ketahuan.
P             :Hukuman apa yang didapat dari sekolah?
N             :Handphone saya disita beberapa hari dan orang tua saya dipanggil.
P             :Saya dengar Anda juga sering minum-minum. Mengapa?
N             :Alasannya simple, karena enak.
P             :Jika ya sejak kapan Anda memulai itu?
N             :Sejak SMA
P             :Selain itu saya juga mendengar, Anda sering pulang dini hari pagi. Mengapa?
N             :Biasa, nongkrong dan main dengan teman, kadang ngebir bareng juga.
P             :Jenis bir apa yang suka Anda minum?
N             :Bir bintang, arak, rajawali, innex, black label, anggur, dll.
P             :Mengapa Anda selalu memilih main saat malam sudah larut dan tidak memilih siang hari?
N             :Tidak suka siang hari karena panas. Kalau kena panas, kepala saya pusing.
P             :Apakah Anda pernah berinisiatif untuk berhenti melakukan kegiatan-kegiatan negatif itu?
N             :Pernah. Justru tiap hari, tapi lupa lagi.
P             :Apakah orang tua tahu kebiasaan buruk Anda?
N             :Ya, mereka tahu.
P             :Bagaimana tanggapan orang tua soal apa yang Anda lakukan?
N             :Tanggapan mereka buruk, saya sering dinasihati dan ditegur. Mereka mengharapkan yang                    baik.

Keterangan 
P             :Pewawancara
N            :Narasumber

Dari wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa penyebab utama seorang pelajar melakukan kegiatan negatif adalah karena rasa penasaran seseorang akan sesuatu yang baru dan faktor teman-teman dan juga lingkungan remaja yang sangat mendukung. Hal ini memberitahu dan menunjukkan bahwa teman sendiri pun dapat menjadi pelaku utama menjeremuskan kawannya sendiri ke sarang negatif. Pandai memilih teman dan memilih pergaulan positif adalah kunci untuk mencegah seseorang terjerumus dalam hal negatif.

http://health.detik.com/read/2011/01/23/100537/1552483/1075/10-penyebab-kenakalan-remaja

Tugas ISD 2

- ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (geografi sosial, sosiologi, antropologi sosial, ilmu politik, ekonomi psikologi sosial, dan sejarah)
Intinya ilmu sosial dasar mengajarkan aspek yang mendasar sebagai makhluk sosial dan berbudaya dan ilmu dasar kebudayaan untuk mengkaji masalah masalah kebudayaan dan sosial

- Pentingnya Memperlajari ISD
Mengasah penalaran mahasiswa dalam mengatasi masalah sosial dan budaya yang sedang marak berkembang di indonesia. Jadi kalau ada masalah masalah yang rumit terjadi di dalam masyarakat mahasiswa bisa ikut menyelesaikan masalah tersebut karena mahasiswa sudah mendalami materi tentang ilmu sosial dasar.
Menyadarkan mahasiswa bahwa kita sebagai makhluk sosial berbudaya. Jadi di dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak bisa hidup sendiri karena kita makhluk sosial pasti ada orang lain yang dapat membantu kita apabila kita sering membantu orang lain dalam kehidupan sosial.
Menjadikan mahasiswa yang bertanggung jawab atas lingkungannya. Misalkan orang jakarta hidup di lingkungan jakarta bukan berarti hanya orang jakarta saja yang  bertanggung jawab atas lingkungan mereka sendiri apabila orang diluar jakarta menemukan suatu ruang dijakarta yang kotor bisa saja orang yang dari luar jakarta tersebut dapat membereskannya juga dan lebih baik lagi saling gotong royong.
Memberikan bekal kepada mahasiswa sehingga mampu mengatasi masalah – masalah sosial maupun budaya. Jadi setiap orang yang sudah belajar ataupun yang belum dapat menyelesaikan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat khususnya mahasiswa yang sudah mempelajari isd khususnya mahasiswa yang harus mengambil peran penting di masyarakat.
Untuk mengetahui sekaligus meneliti aspek-aspek masalah sosial dalam kehidupan masyarakat bahwa kemudian segala rutinitas yang dilakukan oleh masyarakat dalam ilmu sosial dasar merupakan masalah sosial yang tak terbantahkan sama sekali.

Dalam contoh kehidupan bermasyarakat tentunya yang dibangun dalam kemajemukan bangsa yang kompleks. Penting sekali meletakan tujuan dari pola pikir dan tindakan yang ada di masyarakat yang menyebabkan perselisihan karena adanya keanekaragaman kelompok-kelompok dan kesatuan sosial lainnya yang mempunyai kepentingan masing-masing.

- Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial memiliki beberapa perbedaan.
ISD adalah singkatan Ilmu Sosial Dasar. ISD adalah gabungan dari disiplin ilmu-ilmu social yang dipergunakan dalam penerapan pendekatan dan pemecahan masalah-masalah social yang timbul dan berkembang dalam masyarakat. ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala social kepada mahasiswa yang diharapkan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan member alternative pemecahan masalah dalam kehidupan masyarakat.
IPS adalah singkatan dari Ilmu Pengetahuan Sosial. IPS adalah ilmu-ilmu social yang disederhanakan, disesuaikan, dan dipilih untuk tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah.IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan atau fusi dari sejumlah mata pelajaran social seperti geografi, sejarah, sosiologi, ekonomi, ilmu politik, ilmu hokum, dan ilmu-ilmu social lainnya.

Perbedaan dengan cangkupan yang lebih luas :
IPS itu bukanlah suatu disiplin ilmu seperti halnya Ilmu Sosial, tetapi IPS lebi tepat dilihat sebagai bidang kajian, yaitu suatu kajian terhadap masalah-masalah kemasyarakatan.
Pendekattan yang dilakukan dalam IPS menggunakan pendekatan multidisiplin atau interdisiplin, tidak seperti halnya Ilmu Sosial yang menggunakan pendekatan disiplin ilmu atau monodisiplin.
IPS sengaja dirancang untuk kepentingan kependidikan oleh karena itu keberadaan IPS lebih memfokuskan pada dunia persekolahan, tidak seperti ilmu social keberadaanya bisa di dunia persekolahan, perguruan tinggi atau di pelajari di masyarakat umum sekalipun.

- Apa kita perlu untuk mempelajari isd
Perlu karena dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial karena pasti di setiap aktifitas kita di masyarakat pasti kita sendiri memiliki masalah besar ataupun kecil dalam bermasyarakat kita dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan mudah karena kita sudah mempelajari ilmu sosial dasar sebab itu juga bekal kita dalam terjun ke dalam masyarakat. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya kita sebagai mahasiswa yang sudah mempelajari ilmu sosial dasar tidak perlu menunggu orang lain bertindak dalam memecahkan masalah tersebut kita yang harus terjun langsung dalam menangani masalah tersebut.



Senin, 20 Maret 2017

Tugas ISD 1

BIOGRAFI AMBO

Assalamualaikum Wr.Wb
Hallo pemakai Internet perkenalkan Saya Aris Ariyanto biasa dipanggil aris lahir di Bekasi yang katanya di luar bumi pada 12 Desember 1997 kata ibu saya sih tepatnya hari jumat dan kebetulan sesudah orang menunaikan sholat jumat, dan saya terlahir dari pasangan paling bahagia di dunia ini, saya memiliki dua hobi yang sering sekali saya lakukan yang pertama saya memiliki hobi lari sewaktu libur sebelum masuk kuliah saya sering sekali berlari pada sore hari dan pada saat itu juga berlari pun menjadi hobi saya tidak hanya di sore hari, pagi setiap hari minggu saya juga lari di cfdnya kota Bekasi.
Hobi saya yang kedua yaitu mendengarkan radio khususnya prambors karena di radio tersebut lagu yang sering diputar selalu lagu yang terupdate dan juga penyiar dari prambors bisa membuat tertawa sendiri haha.
Sebelum saya masuk perguruan tinggi saya bersekolah di salah satu SMA di Bekasi yang memiliki tanah bangunan yang luas, saat ini saya salah satu mahasiswa di kota depok yang katanya biasa di sebut World Class University yaitu Universitas Gunadarma dengan program studi Teknik Industri.
Saya memilih jurusan Teknik Industri karena salah satu jurusan teknik yang ada perempuan di dalamnya karena sebelum saya masuk teknik industri saya kepikiran masuk teknik mesin tapi setelah saya pikir-pikir lagi ternyata teknik mesin sangat sedikit sekali perempuan kenapa saya memikirkan hal itu untuk mempertimbangkannya? karena dengan adanya perempuan di dalam kelas bisa membuat kelas tersebut lebih berwarna dan juga agar bisa mempelajari semua pelajaran di bidang teknik dan juga pelajaran sosial, kata orang-orang sih jurusan ini memiliki prospek yang cerah karena mempelajari semua pelajaran khususnya management dan juga di jurusan teknik industri diajarkan mengatur dan merancang sistem.
Setelah lulus di jurusan teknik industri insyaallah opsi pertama saya akan mencari pekerjaan dulu dengan seiring berjalannya waktu mencari pekerjaan, saya juga akan melanjutkan study saya ke jenjang berikutnya agar wawasan saya lebih luas lagi bisa saja saya mengambil jurusan di luar teknik bisa saja di jurusan bisnis atau management dan opsi kedua saya akan membuat usaha kecil kecilan dengan modal tabungan saya nanti dan juga sedikit bantuan dari orang tua juga pastinya hehe,
Yang saya persiapkan selama kuliah mempelajari pelajaran dengan sungguh sungguh ya walaupun selama belajar pastinya ada saja yang membuat kita malas ya terutama teman yang sering mengajak saya untuk nongkrong lah cabut pelajaran lah hehe, Mengikuti organisasi kampus karena itu juga sangat penting agar dapat bekerja sama dengan rekan seorganisasi itu juga bisa menjadi bekal kita saat di dunia kerja nanti, memperbanyak mengenal senior senior yang ada, baik yang sudah bekerja ataupun yang masih berada dan belajar di kampus, memperbanyak mengikuti seminar kampus karena dari seminar-seminar tersebut saya dapat memperluas wawasan saya dan siap terjun di dunia kerja.

Sekian dulu ya biografi dari saya kalau ada yang ingin lebih tau tentang saya bisa mengontak saya di nomor di bawah ini eee gak deng canda, dan jika ada tulisan di blog ini yang memakai kata yang kurang sopan atau tidak pantas tolong di maafkan allah saja maha pemaaf masa kita sebagai hambanya tidak bisa saling memaafkan,              
Wassalamualaikum Wr.Wb 
salam pengguna internet.

Kamis, 12 Januari 2017

Artikel Masalah Sosial Budaya


Masalah Sosial
          Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Perkembangan sosial budaya dalam masyarakat merupakan suatu tanda bahwa masyarakat dalam suatu daerah tersebut telah mengalami suatu perubahan dalam proses berfikir. Perubahan sosial dan budaya bisa memberikan dampak positif maupun negatif.
          Hubungan antara budaya dan kebersihan sangatlah erat hubungannya. Kebudayaan atau kultur dapat membentuk kebiasaan dan respons terhadap kebersihan dan pencemaran dalam segala masyarakat tanpa memandang tingkatannya. Membuang sampah sembarangan memang sudah terbiasa di Indonesia seperti makan yang selalu dilakukan setiap harinya, Tempat yang biasa menjadi spot untuk orang-orang membuang sampah sembarangan yaitu di kali,gorong-gorong dan masih banyak tempat lainnya, memang sudah menjadi tugas utama untuk menyadarkan diri sendiri maupun diri orang lain.
  
         Masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan hidup  kelompok sosial. Atau, menghambat terpenuhinya keinginan keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keaadaan normal terdapat interaksi serta keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Kepincangan-kepincangan yang dianggap sebagai masalah sosial oleh masyarakat tergantung dari sistem nilai sosial dalam masyarakat Oleh karena itu, ada beberapa persoalan yang dihadapi oleh masyarakat yang pada umumnya sama salah satunya yaitu pencemaran lingkungan.
      Perilaku Membuang Sampah Sembarangan sebagai Salah Satu Masalah Sosial Budaya
                Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Selanjutnya yang dimaksud dengan sampah spesifik adalah sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus. Sementara menurut Slamet (2002), sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. 
         Tim Penulis Penebar Swadaya dalam (Salipadang, 2011:6) menyatakan bahwa sampah adalah “suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” Menurut Tandjung dalam (Alex, 2012:3) sampah merupakan “sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula.(Alex,2012:4) menyimpulkan bahwa sampah adalah “barang yang tidak berharga, tidak memiliki nilai ekonomis, tidak berguna dan barang yang sudah tidak diinginkan lagi.
           Dari pengertian di atas kita bisa menyimpulkan bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Dari topik pembahasan kita kali ini yaitu tentang pelanggaran etika “Membuang sampah sembarangan” . Masalah sampah yang dibuang tidak pada tempatnya menjadi boomerang bagi umat manusia. Kesadaran yang sangat penuh dari tiap-tiap insan terkadang jarang tercermin dari kesehariannya. Oleh karena itulah, belakangan ini banyak grup, lembaga pemerintahan maupun non pemerintahan  bahkan pribadi-pribadi yang “ringan tangan” dan “ramah” mulai menggerakkan komunitasnya untuk turun secara aktif membersihkan sampah. Caranya bermacam-macam, mulai dari orang yang diam-diam mengelola sampah pribadi di rumah maupun ketika dimana saja, sampai teriakan lantang dan sapaan ramah penggiat lingkungan memberikan selebaran untuk dibaca orang banyak. Mirisnya, hal itu belum menyentuh semua lapisan masyarakat.
            Racun dari sampah saat ini telah banyak berubah. Setengah abad yang lalu masyarakat belum banyak mengenal plastik. Mereka lebih banyak menggunakan berbagai jenis bahan organis. Di awal dasawarsa 1980, orang masih menggunakan tas belanja dan membungkus daging dengan daun jati. Sedangkan sekarang kita berhadapan dengan sampah-sampah jenis baru, khususnya berbagai jenis plastik. Sifat plastik dan bahan organis sangat berbeda. Bahan organis mengandung bahan-bahan alami yang bisa diuraikan oleh alam dengan berbagai cara, bahkan hasil penguraiannya berguna untuk berbagai aspek kehidupan. Sampah plastik dibuat dari bahan sintetis, umumnya menggunakan minyak bumi sebagai bahan dasar, ditambah bahan-bahan tambahan yang umumnya merupakan logam berat (kadnium, timbal, nikel) atau bahan beracun lainnya seperti Chlor. Racun dari plastik ini terlepas pada saat terurai atau terbakar. Penguraian plastik akan melepaskan berbagai jenis logam berat dan bahan kimia lain yang dikandungnya. Bahan kimia ini terlarut dalam air atau terikat di tanah, dan kemudian masuk ke tubuh kita melalui makanan dan minuman. Sedangkan pembakaran plastik menghasilkan salah satu bahan paling berbahaya di dunia, yaitu Dioksin. Dioksin adalah salah satu dari sedikit bahan kimia yang telah diteliti secara intensif dan telah dipastikan menimbulkan Kanker. Bahaya dioksin sering disejajarkan dengan DDT, yang sekarang telah dilarang di seluruh dunia. Selain dioksin, abu hasil pembakaran juga berisi berbagai logam berat yang terkandung di dalam plastik. Melihat begitu banyak dampak buruk sampah sehingga muncul pertanyaan tentang. Apakah yang di maksud dengan sampah? Bagaimana dampak sampah bagi manusia dan lingkungan? Bagaimana cara mencegah budaya mebuang sampah sembarangan ? Bagaimana cara mengurangi sampah? Apa ada manfaat sampah bagi manusia ? Dengan adanya pertanyaan tersebut maka dapat dirumuskan beberapa tujuan yaitu. Untuk  mengetahui apa yang di maksud dengan sampah.Untuk mengetahui dampak sampah bagi kehidupan. Untuk mengetahui bahaya sampah bagi kesehatan dan lingkungan.

      Penyebab Terjadinya Perilaku Membuang Sampah Sembarangan
            - Sistem kepercayaan masyarakat terhadap perilaku membuang sampah. Kemungkinan di dalam pikiran alam bawah sadar, masyarakat menganggap bahwa membuang sampah sembarangan ini bukan sesuatu hal yang salah dan wajar untuk dilakukan. Sangatlah mungkin masyarakat merasa bahwa perilaku membuang sampah sembarangan ini bukan suatu hal yang salah dan tidak berdosa. 
           - Norma dari lingkungan sekitar seperti keluarga, tetangga, sekolah, lingkungan kampus, atau bahkan di tempat-tempat pekerjaan. Pengaruh lingkungan merupakan suatu faktor besar di dalam munculnya suatu perilaku. Perilaku membuang sampah sembarangan ini tentu tidak akan pernah lepas dari pengaruh lingkungan sekitar. Saat ini, dalam menangggapi masalah pembuangan sampah sembarangan sudah menjadi pola perilaku di masyarakat yang “biasa” atau legal karena semua orang melakukannya. Secara tidak sadar maka perilaku membuang sampah sembarangan akan menjadi suatu bentukan perilaku yang terinternalisasi di dalam pikiran bahwa membuang sampah sembarangan bukanlah hal yang salah. Perlu diingat, cara seseorang manusia belajar yang paling mudah adalah dengan imitasi dan sebagain besar masyarakat belajar suatu perilaku adalah dengan imitasi.
           -Kontrol perilaku yang dirasakan seseorang akan melakukan suatu tindakan yang dirasa lebih mudah untuk dilakukannya karena tersedianya sumber daya. Jadi, orang tidak akan membuang sampah sembarangan bila tersedia banyak tempat sampah di pinggir jalan.

        Dampak Perilaku Membuang Sampah Sembarangan
             1. Dampak Terhadap Kesehatan Pembuangan sampah yang tidak terkontrol dengan baik merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.
Potensi bahaya yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :
- Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur dengan air minum. Penyakit DBD dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
- Penyakit jamur dapat juga menyebar ( misalnya jamur kulit ).
- Sampah beracun; Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira – kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa ( Hg ). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

            2.  Dampak Terhadap Lingkungan Cairan terhadap rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap dan hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.
            3. Dampak Terhadap Sosial Ekonomi - Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana – mana.
- Memberikan dampak negatif bagi kepariwisataan USAHA PENGENDALIAN SAMPAH untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternativ pengolahan yang benar. Teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan dengan cara pembakaran yang terkontrol atau Insinerasi dengan cara memakai Incenerator.
Selain itu juga memakai prinsip reduksi bersih yang diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan prinsip 4 R yaitu ( Reduce, Reuse, Recycle dan Replace ). Dalam keseharian, dan dapat dilakukan oleh siapa saja untuk mengurangi volume sampah dan mencegah penularan penyakit dapat dilakukan antara lain :
- Belanja jangan boros, perhitungkan keperluan dengan cermat.
- Bawalah keranjang belanja yang dapat dipakai berulang kali sehingga mengurangi sampah plastik.
- Upayakan daun sebagai pembungkus karena sampah daun hancur ditanah.
- Jangan masukan sampah kedalam got sungai atau laut.
- Sampah dapur dan dedaunan untuk kompos, kertas untuk daur ulang, kaleng untuk pot.


     Penanganan dan Penanggulangan Masalah Pencemaran Lingkungan
            
      Replace ( Mengganti )
          Yaitu mengganti barang-barang yang tidak tahan lama dan bisa menghasilkan banyak sampah dengan bahan yang awet dan menghasilkan hanya sedikit sampah. Misalnya gelas kaca. Untuk mengurangi sampah dan barang menjadi tahan lama, Gelas kaca bisa kita ganti dengan gelas plastik yang tidak mudah pecah.
      Reuse ( Memakai Kembali )
        Yaitu memanfaatkan kembali barang yang telah terpakai untuk membuat barang lain yang bermanfaat. Misalnya kerajinan tangan, dan mainan.
      Reduce ( Mengurangi )
         Yaitu dengan mengurangi pemakaian barang agar sampah yang dihasilkan akan berkurang juga.
       Reycle ( Mendaur Ulang )
          Yaitu mengolah sampah menjadi barang baru yang bermanfaat.
  
          Namun, selain cara mengatasi masalah sampah dengan 4R, ada beberapa cara lagi untuk menangani sampah yang berserakan dimana-mana. Yaitu.
    1. Penimbunan Sampah
        Yaitu penanganan sampah dengan cara menimbun sampah di bawah tanah. Menimbun sampah ini bertujuan agar bisa mempercepat penguraian dan mencegah timbulnya bau.
    2. Pembakaran Sampah
       Yaitu penanganan sampah dengan cara membakar habis sampah agar musnah
    3. Pengelompokan Sampah
       Yaitu dengan mengelompokan/memisahkan jenis sampah Organik dan Anorganik agar mudah di daur ulang.

Kamis, 05 Januari 2017

Manusia dan Tanggung Jawab


Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.
Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.
Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:
a) Kewajiban terbatas
b) Kewajiban tidak terbatas

Pengertian  Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri.

 

Jenis-jenis tanggung jawab

  • Tanggung jawab moral. Tanggung jawab identik dengan tindakan moral. Tanggung jawab moral melingkupi tiga unsur: kebebasan bertindak dan tindakan integral tanggung jawab (lahir dari hati nurani).
  • Tanggung jawab sebagai warga negara, baik sebagai pemikul jabatan pemerintah maupun kewajiban sebagai rakyat. Seorang pejabat negara bertanggungjawab kepada instansi dan tugas-tugas yang diberikan kepadanya selaku pejabat. Sedangkan seorang warga biasa, seseorang bertanggungjawab kepada negara, misalnya membayar pajak dan mematuhi peraturan pemerintah yang telah ditetapkan dalam peraturan-peraturan tertentu. Sebagai contoh, di negara demokrasi, kepala pemerintahan bertanggungjawab kepada parlemen dan rakyatnya sesuai undang-undang
  • Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.
  • Tanggung Jawab Terhadap Keluarga Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
  • Tanggung jawab terhadap masyarakat Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.
  • Tanggung jawab terhapad tuhan Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadad sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.
Contoh Cerita :
Rangga seorang pelajar yang akan menghadapi ujian, tapi rangga sama sekali tidak belajar. Sehingga saat ulangan berlangsung rangga tidak bisa menjawab soal soal yang diberikan oleh gurunya, jadi rangga harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri karena dia tidak mau belajar disaat mau ujian.
http://garisgaptek.blogspot.co.id/2016/04/manusia-dan-tanggung-jawab.html
http://www.juhariblog.com/2016/04/manusia-dan-tanggung-jawab.html
http://itsblogme.blogspot.co.id/2015/11/manusia-dan-tanggung-jawab.html
http://adiseptiyawan.blogspot.co.id/2015/04/manusia-dan-tanggung-jawab.html

  

Manusia dan pandangan hidup

PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Sedangkan pandangan hidup itu sendiri bersifat kodrati. karena itu menentukan masa depan setiap manusia. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup itu sendiri. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu sendiri merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup itu banyak sekali macam dan ragamnya. Dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya ada 3 macam, yaitu :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Itu semua merupakan yang harus diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak bisa terpenuhi, maka cita-cita itu sendiri di sebut dengan angan-angan.
Diantara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Ada 3 faktor yang mempengaruhi untuk mencapai cita-cita tersebut, yaitu :
1. Faktor Manusia, tergantung dari dirinya sendiri apa dia mau mencapai cita-citanya atau tidak. Dan harus dilakukan dengan usaha nya sendiri.
2. Faktor kondisi, sesuai kondisi yang sedang dia rasakan. Apa dia bisa menempati sesuai kondisi yang dia alami atau tidak.
3. Faktor tingginya cita-cita, semakin tinggi cita-cita kita semakin besar pula usaha yang harus kita lakukan tergantung apa cita-cita yang kita inginkan.
KEBAJIKAN
Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.
Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya : manusia yang hidup bermasyarakat, manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia saling tolong menolong dan saling menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula manusia saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Ada3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
3. Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.
USAHA / PERJUANGAN
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita yang di inginkan. Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup itu sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Bila kita menginginkan sukses kunci nya kita harus berusaha dan berdoa. Berusaha dalam artian belajar dengan tekun, rajin dan giat.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan karena kemampuan terbatas itulah menjadi tolak ukur setiap kemakmuran antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau keterampilan dari manusia itu sendiri.
KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan allah. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :
1. Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari allah.
2. Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal manusia berpikir.
3. Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya kekuatan yang berasal dari allah dan percaya adanya allah sebagai dasar keyakinan.

"Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik"
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup apapun dan bagaimanapun itu untuk dapat mencapai dan berhasil dalam kehidupan yang diinginkannya. Tetapi apapun itu, yang terpenting adalah memiliki pandangan hidup yang baik agar dapat mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik pula. Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yakni:
-Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
-Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara.
-Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan merperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
-Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akhirat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
-Mengabdi      
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.

http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/11/manusia-dan-pandangan-hidup.html 
http://adheteguh01-ti.blogspot.co.id/2015/05/manusia-dan-pandangan-hidup.html 
https://ariedwijayanto.wordpress.com/2012/06/21/manusia-dan-pandangan-hidup-tulisan/ 


Rabu, 04 Januari 2017

Manusia dan Keadilan



Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran". Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil". Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Macam-macam Keadilan :

  • Keadilan Komunikatif : Pengertian keadilan komunikatif adalah perlakuan kepada seseorang tampa dengan melihat jasa-jasanya. Contohnya keadilan komunikatif adalah seseorang yang diberikan sanksi akibat pelanggaran yang dibuatnya tampa melihat jasa dan kedudukannya. 
  • Keadilan Distributif : Pengertian keadilan distributif adalah perlakuan kepada seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah dilakukan. Contoh keadilan distributif adalah seorang pekerja bangunan yang diberi gaji sesuai atas hasil yang telah dikerjakan. 
  • Keadilan Kodrat Alam : Pengertian keadilan kodrat alam adalah perlakukan kepada seseorang yang sesuai dengan hukum alam. Contoh keadilan kodrat alam adalah seseorang akan membalas dengan baik apabila seseorang tersebut melakukan hal yang baik pula kepadanya. 
  • Keadilan Konvensional : Pengertian keadilan konvensional adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mematuhi peraturan perundang-undangan. Contoh keadilan konvensional adalah seluruh warga negara wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku di negara tersebut. 
  • Keadilan Perbaikan : Pengertian keadilan perbaikan adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mencemarkan nama baik orang lain. Contoh keadilan perbaikan adalah seseorang meminta maaf kepada media karna telah mencemarkan nama baik orang lain.
    Azas keadilan sosial:
Bahwa semua orang memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama sesuai dengan hak-hak azasi manusia, dan mendapatkan alokasi yang adil dari sumber-sumber yang tersedia di masyarakat.

Contoh Perbedaan Keadilan Manusia dan Tuhan
     Dua anak menemukan sebuah kantong berisi dua belas butir kelereng. Mereka berdebat soal pembagian kelereng itu dan memutuskan untuk mendatangi seorang Bapak yang mereka anggap Bijak.
Ketika diminta menengahi, Bapak itu bertanya, mereka mau kelereng itu dibagi menurut kea-dilan Manusia atau keadilan TUHAN. Anak-anak itu menjawab, "Kami mau yang Adil. Jadi, bagilah menurut keadilan TUHAN."
Sang Bapak pun menghitung kelereng tersebut, lalu memberikan tiga butir kepada salah satu anak, dan sembilan butir kepada anak yang lain.
Pertanyaan sang Bapak mengingatkan kita bahwa terkadang ada perbedaan besar antara Keadilan yang diberikan Manusia dan ALLAH.
Jalan TUHAN, Pikiran dan Rencana-NYA, jauh berbeda dari jalan Manusia. Standar Kebenaran dan Keadilan-NYA juga lain dari standar manusia. Seperti Langit dan Bumi bedanya.
Manusia hanya melihat sepotong gambar, ALLAH melihat gambar itu secara menyeluruh.
Manusia hanya mengamati tindakan lahiriah,TUHAN sanggup menilik sampai ke relung Hati yang paling dalam.
Apa yang dianggap Baik oleh TUHAN, bisa jadi malah dianggap jahat oleh Manusia. Ketika kita berharap mendapat bagian Sama Rata, TUHAN membagikan Karunia menurut keperluan masing-masing orang.
Apa yang kita rasa lamban, bagi DIA Indah pada waktunya.
Adakah Harapan kita yang belum terwujud sampai saat ini ? Atau, Adakah Doa yang sudah sekian lama kita panjatkan, tetapi kita belum kunjung melihat Titik Terang Jawaban-NYA ? Mungkin TUHAN bukannya berdiam diri. Bisa jadi DIA justru sedang menjawabnya secara tak terduga : menurut jalan-NYA, bukan menurut jalan kita
JANGAN MEMBENGKOKKAN JALAN TUHAN MENURUT KEMAUAN KITA,
KITALAH YANG HARUS MENUNDUKKAN DIRI MENGIKUTI JALANNYA.
 
https://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&ved=0ahUKEwi_qL_HmqrRAhUHso8KHZX6DqoQFghTMAg&url=http%3A%2F%2Fweb.unair.ac.id%2Fadmin%2Ffile%2Ff_32373_sospen9.pptx&usg=AFQjCNFlUDui07XyCF0WtcU6G3ZII2MUbw&sig2=Y1J_A5QiPR8bxAdBSs7C8A
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/11/manusia-dan-keadilan.html
https://id-id.facebook.com/notes/chocolatos/perbedaan-keadilan-manusia-dan-tuhan/438854946255/

Manusia dan Penderitaan

PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dalam kehidupan manusia sering terjadi seiring berkembangnya kehidupan manusia tersebut. Semakin berkembangnya kehidupan manusia makan akan semakin kompleks juga penderitaan yang akan di hadapi manusia.
Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat semakin tinggi intensitas semakin berat juga penderitaan yang di alami oleh manusia tersebut. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

SIKSAAN
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.

PENGERTIAN PHOBIA
Secara umum, phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian, yang ditandai dengan keinginan untuk menjauh dari sesuatu yang ditakuti itu.
Bedanya sama rasa takut biasa adalah, hal yang ditakuti sebenarnya tidak menyeramkan untuk sebagian besar orang.
Phobia terjadi karena adanya faktor biologis di dalam tubuh, seperti meningkatnya aliran darah dan metabolisme di otak. Bisa juga karena ada sesuatu yang nggak normal di struktur otak. Tapi kebanyakan psikolog setuju, phobia lebih sering disebabkan oleh kejadian traumatis.

KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.


Bentuk-Bentuk Frustrasi

1. Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali,

2. Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan,


3. Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain,


4. Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain,

5. Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.




Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

  PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdiran bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup.
Apabila kita memperhatikan dan membaca riwayat hidup para pemimpin bangsa, orang-orang di dunia, sebagian dari kehidupannya dilalui dengan penderitaan dan penuh perjuangan.
Manusia adalah mahluk berbudaya dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.Manusia hanya merencanakan dan Tuahan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaaan. Penderitaan yang terjadi selain dialami sendiri oleh yang bersangkutan, mungkin juga dialami oleh orang lain. Bahkan mungkin terjadi akibat perbuatan atau kelalaian seseorang, orang lain atau masyarakat menderita.